OUR MISSION
Yayasan Riset Visual mataWaktu didirikan pada 2019 oleh Oscar Motuloh bersama Benny Soetrisno, Gunawan Wijaya, Jay Subyakto, Octa Christi, dan Rika Panda Pardede sebagai yayasan nirlaba riset visual. Misi kami adalah mengarsipkan, meneliti, dan mempublikasikan sejarah seni visual Indonesia, khususnya fotografi jurnalistik, agar catatan sejarah bangsa tidak hilang atau keliru diinterpretasikan.
OUR STORIES

Fotografi khususnya foto jurnalistik adalah pencatat sejarah — namun banyak foto dokumentasi penting yang beredar tanpa sumber jelas atau bahkan tidak sesuai fakta sebenarnya. Kami menelusuri dan menghidupkan kembali kisah di balik arsip-arsip ini, dari peristiwa revolusi kemerdekaan hingga karya para pewarta foto senior yang jarang terekspos.

OUR APPROACH
Kerja kami bertumpu pada studi arsip dan kepustakaan yang kuat, didukung koleksi lebih dari 6.000 judul buku seni visual, dengan sekitar 4.500 di antaranya sudah tercatat dalam katalog rinci. Selain riset dan pengarsipan, mataWaktu juga membuat penerbitan dan mengelola Tabir Matawaktu, ruang pameran dan diskusi yang menjembatani hasil riset dengan publik.
OUR PHILOSOPHY

Kami percaya pengarsipan adalah landasan utama agar sejarah visual bangsa tercatat secara jelas dan akurat, bukan sekadar ilustrasi tanpa verifikasi. Ini adalah kerja berkelanjutan — menghormati jejak para pendahulu sambil membangun ruang pengetahuan baru bagi riset visual di Indonesia.

Setiap karya dan produk di sini adalah bagian kecil dari arsip yang terus kami rawat. Dengan memilikinya, Anda ikut menemani perjalanan riset ini — sekaligus membantu mataWaktu terus tumbuh dan mendukung projek seru mataWaktu berikutnya